“aL4Y aTw bUk4N, s4Ya 9aG pdUL1.”
Nama saya Cakra Anggoro dan saya bukan Alay. Tapi tunggu… Memangnya apa “Alay” itu sebenernya?
Coba kalian Google Search kata “Alay”. Niscaya bakal kalian temukan berbagai macam definisi “Alay”.
Ada yang bilang Alay itu anak-anak kampung. Ada yang bilang Alay itu sok pengen gaul tapi gagal. Ada yang bilang Alay itu adalah orang-orang yang semata nulis dn9aN hruF” g3dE-kEciL & eYd y9 tiDaK s’H4Ru5nYa sPt iN1 (sudah cukup pusing? Saya sudah cukup lelah sih nulisnya hehee..)
Nah, kalo memang benar definisi Alay adalah yang seperti di atas itu, jelas saya bukan Alay dong? Karena saya tidak menulis dengan huruf-huruf besar-kecil dan EYD yang tidak benar, saya punya wawasan yang cukup banyak tentang dunia, bahkan gemar membaca tulisan Pramoedya dan John Hick, mendengarkan Efek Rumah Kaca dan Locksley…
Tapi kalo saya bilang saya juga mengagumi Kangen Band? Dan merasa tertantang menerjemahkan tUL1sAnd” g3De-kECiL y9 kAdn9 d5eRtai s1n9ktN” b3rLbiHn, apakah kemudian saya bisa dibilang Alay juga?
Saya tidak peduli. Yang jelas, fenomena Alay perlu diakui sebagai fenomena yang cukup menggelegar saat ini. Dan saya menikmatinya
Kalian?
Alay
1. Pengganggu Retina mata
2. Penurunan kecerdasan Anak Muda
apa yang bisa di banggakan dengan seorang alay?
sebutkan 1 saja? ga ada.
Hahaha.. boleh juga.. Tapi mungkin bisa ditwist sedikit angle memandangnya ya? Kalo nggak bisa dibanggakan, mungkin bisa dinikmati saja kenorakannya
Lagipula, kita memang gak punya kewajiban untuk membanggakan kehadiran Alay kok, biar aja mereka yang kerja keras membanggakan diri hehe.. Peace
Pingback: Alay is Popular. Then it means Alay is not bad… is it? « Alayticle // Alay Article