Alay Cuma Istilah; Fenomenanya Ada Di mana-mana

Terima kasih untuk Ariau Akbar yang memberi saya link ke sebuah artikel di Jakarta Post dan Radian Kanugroho yang sudah me-link blog saya dan menuliskan sebuah artikel yang sungguh berisi di blognya, saya jadi punya lebih banyak referensi tentang ‘Alay’ dan fenomenanya.

Dari artikel-artikel itu, saya jadi tahu – dan nggak tahan kalo nyimpen sendiri – informasi menarik tentang Alay.

Dua informasi baru yang saya dapat adalah:

1. Fenomena (mirip) ‘Alay’ tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Jepang.
Adalah (istilah) “gyaru-moji” yang disebut untuk penggunaan gaya menulis populer di Jepang. Mirip dengan fenomena Alay, tren ‘gyaru-moji’ juga berawal dari SMS. Penulisan dengan gaya ini membutuhkan effort lebih besar daripada menulis dengan Bahasa Jepang biasa.

2. Istilah ‘Alay’ cuma pengganti untuk istilah ‘Anak Digit’
Di akhir tahun 90-an, ada istilah ‘Anak Digit’ yang digunakan pelajar SMA kelas ‘atas’ untuk menyebut pelajar SMA negeri kelas ‘bawah’. Ciri-ciri ‘Anak Digit’ kurang lebih sama dengan ciri-ciri Alay yang disebut-sebut banyak orang akhir-akhir ini:

  • Omongannya sok gaul dan (merasa) paling tau tentang musik (yang sebetulnya seleranya tertentu)
  • Duduk di pinggiran jembatan atau warung sambil jongkok
  • Bahan omongannya (mereka pikir) berat
  • SOK! (dalam segala hal)

Jadi “kebiasaan” menulis dengan gaya berbeda atau nongkrong di pinggir jalan bukanlah fenomena asing yang harus ditolak, dibuang, dibasmi, apalagi dicerca tapi dipampang besar-besar di hidup kita. Hal itu cuma keadaan sosial yang wajar, sebuah situasi pembeda yang mewarnai dunia.

Dan kalau memang Indonesia mau Unite, menjunjung Bhinneka Tunggal Ika, maju bersama, harusnya masyarakat Indonesia cukup terbuka untuk merangkul perbedaan itu sebagai pelengkap hidup bermasyarakat.

Kalau tidak suka, cuekin aja. Nggak perlu dibikin repot.

Kalau suka, ya akuilah. Nggak perlu jaga image di ruang publik tapi diam-diam menggemari fenomena yang sedang ngetren.

Setuju? :)

 

Advertisement

7 Comments

Filed under Uncategorized

7 Responses to Alay Cuma Istilah; Fenomenanya Ada Di mana-mana

  1. Mas, Perkenalkan, saya Radian Kanugroho, seorang mahasiswa komunikasi yang iseng bikin usaha videography.

    Terimakasih banyak atas komentarnya. Sungguh suatu kebanggaan anda berkomentar di blog saya.

    Makasih juga atas masukan dan informasinya. Sama seperti anda, sayapun kaget begitu melihat tulisan anda yang tidak mentah-mentah men-judge mereka sebagai suatu yang salah.

    Makasih ya mas.
    Terus menulis, terus berkarya. :)

    • Hahaha jangan pake Mas.. ternyata kita sama-sama mahasiswa..

      Terima kasih kembali, sudah mau berbagi pikiran :)

      • Top! Hihihi..
        Mari menulis artikel-artikel yang berguna untuk masyarakat dengan cara kita tentunya. Hehe… :)

  2. wah, fenomena alaynisme ini mang udah kemana2…sok2an nyebut orang alay, sendirinya padahal agak ke-alay-alayan tuh….

    • Wah perlu diklarifikasi nih..
      Pertama, saya nggak sok-sokan nyebut orang ‘Alay’ lho.. Definisi ‘Alay’ yang ada di blog ini merujuk pada tulisan orang-orang di internet. Saya nggak ngarang-ngarang sendiri, sumpah xD

      Kedua, kalau Mas ZonaMerah menelusuri isi blog ini lebih dalam, bakal diketahui kalau saya bukan pendukung Alay sepenuhnya apalagi pembenci Alay. Jadi, kalau mau dibilang mirip Alay, silakan. Nggak marah kok ;)

      By the way, terima kasih sudah mampir..

  3. top!
    saLut!

    saya bukan pro aLay, karena bagi saya ‘aLay’ itu tidak ada (saya sejak duLu tak setuju akan penggoLongan ‘aLay’ ini), mereka adaLah masyarakat yang sama seperti kita.
    dan saya tidak membenci mereka.
    itu hanya sekedar gaya hidup.
    setiap orang berhak memiLih hidup nya sendiri kan tanpa di perLu diatur atur orang Lain?

    hanya saja saya tidak suka orang orang yang dengan seenaknya mengkotakkotakkan masyarakat, terutama pada kaum muda (contoh nya penggoLongan aLay ini), yang secara tidak disadari menurut saya ini adaLah suatu bentuk diskriminasi di negara ini yang kata nya berbedabeda tetapi satu jua.

    dan jika meneLusuri sejarah istiLah ‘aLay’ dan definisi nya,
    percayaLah,
    kita semua adaLah ‘aLay’ karena hampir setiap orang pernah meLakukan haL haL tersebut.

    dukung kebebasan berekspresi!!!
    seLama tidak meLanggar norma agama ya tak masaLah bukan? (sepertinya begitu)

    saya Link ya bLog ini.
    saLam kenaL!
    thx. :)

    • Salam kenal juga! Thank’s banget kalo mau nge-link blog ini ;)

      Saya seneng banget ternyata banyak yang punya pemikiran sama dengan saya. Awal bikin blog ini udah takut dibata merah aja (hehe emangnya kaskus?).

      Yok sama-sama mewujudkan Indonesia satu. Jangan muluk-muluk bikin IndonesiaUnite, rangkul (fenomena) Alay aja duluuu.. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s