Kita cuma Masa Depan yang sedang menertawakan Masa Lalu

Berkelana di Google (halaman 30 ke atas – karena di halaman depan isinya cuma hakim sosial tak berbasis), saya menemukan beragam tulisan bagus mengenai Alay.

Salah satunya ada di Forum Koran Plus (siapa penulisnya saya kurang tahu, yang tahu boleh silakan bantu saya dengan menuliskan namanya di reply post ini, terima kasih):

“Dari sekian banyak ciri alay yang saya baca di headline situs mereka, dapat dilihat bahwa semua itu mengarah pada satu golongan sosial tertentu, yaitu penduduk sub-urban yang kerap termarginalkan. Dalam kata lain, mereka yang biasa hidup di pinggiran. Pernahkah kalian berpikir bahwa kultur yang SEDANG berkembang DI DAERAH SANA sebagian besar adalah apa yang TELAH berkembang di SINI pada beberapa waktu ke belakang ?. Kalau tidak mengerti akan saya beri contoh.
Saat di sini sedang hype sepatu Asics Tiger, di daerah sana sedang trend sepatu Converse. Dan saat di sini heboh dengan YM, di sana masih heboh dengan MIRC.
Lalu apa yang perlu kita tangkap dari informasi tersebut ?. Bahwa sebenarnya fenomena alay yang berkembang adalah sisa-sisa dari peradaban kalian.”

 

Lewat twitternya, Mas Mumu Aloha juga membagi “teori” yang mirip dengan penulis salah satu thread Forum Koran Plus itu.

Picture 2

Radian Kanugroho, lewat sub-bab “tuli54n 64Ul, Gaul Klasik” di salah satu postingan blognya pun tak kalah hebat memaparkan pemikiran yang mirip:

Fenomena tulisan seperti ini sudah mulai banyak sejak tahun 2002. Apalagi sekarang beberapa operator selular mengeluarkan produk ponselnya sendiri dengan harga yang sangat murah. Cara menulis seperti itu dimulai dari tulisan SMS, yang memudahkan menulis huruf yang berada pada tuts yang sama pada keypad ponsel standar (bukan tipe QWERTY), sekaligus memadatkan konten/tulisan ke dalam SMS yang berkapasitas maksimal 162 karakter/halaman (dulu kan SMS bayar, jadi kalo ngirim SMS lebih dari 1 halaman rugi. Sekarang 3-mah gratiiis. Hehe..).

 

Dan dari situ, saya menarik kesimpulan logis yang sederhana:
Apa yang para pencaci Alay lakukan saat ini (mungkin kalian termasuk di dalamnya, mungkin SAYA termasuk di dalamnya, siapa pun itu), pada dasarnya kita ini cuma masa depan yang sedang menertawakan masa lalu kita sendiri.

Ciri-ciri Alay yang tak pernah resmi disepakati bersama tapi disetujui beberapa (baca: banyak) orang salah satunya adalah menulis dengan tata bahasa dan struktur yang tidak pada tempatnya (m15aLnY4 b9iNi 1ni3cH). Tapi setelah direnungi, jaman Nokia masih monophonic dengan layar pixelate dulu, siapa yang tidak menulis SMS d9n c4Ra sPt 1ni3cH?

Ciri lainnya adalah pose foto yang selalu diambil dari top angle. Setelah direnungi, jaman SMP dulu, waktu handphone berfitur kamera VGA baru mampu dibeli anak-anak borju, waktu tangan kita masih pendek-pendek, siapa yang tidak menarik handphone-nya ke atas biar muka bisa masuk frame semua?

Dulu ada aliran SKA yang booming, sekarang ada aliran Melayu.

Dulu ada Nick Carter dengan rambut pirang belah-tengahnya, sekarang ada Garnet Band.

Sebenarnya kehidupan sosial di dunia ini cuma berputar di lingkaran yang sama dengan roda yang berbeda.

Jadi, mungkin sebelum kita bertindak kejauhan soal fenomena Alay ini, ada baiknya kita buka kenangan masa lalu kita dulu. Kalo toh dulu kita nggak begitu, ya nggak papa. Bukan berarti apa yang kita lakukan selalu benar, kan?

But by the way, saya mau meluruskan sedikit tentang “misi” yang membangun saya ini: saya BUKAN pembela Alay. Alasan saya membagi pemikiran positif tentang Alay pada yang (mengaku) bukan Alay adalah karena kalian (mengaku) lebih cerdas dan beradab dibanding Alay. Maka seharusnya saya lebih mudah “mengubah” cara pikir kalian terhadap Alay daripada “mengubah” kelakukan Alay kan? Nanti, kalo kalian yang pintar-pintar ini sudah mau menerima Alay, baru deh kita bahu-membahu “mengubah” beberapa kelakukan Alay yang kadang-kadang memang suka mengganggu. Hehehe…

Saya cuma berharap, apa pun yang kalian lakukan, apa pun yang Alay lakukan, apa pun yang kita semua lakukan, tidak mengganggu jalannya masing-masing dan bisa menerima perbedaan sebagai pewarna kehidupan sosial.

Semoga setuju! :D

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Alay Cuma Istilah; Fenomenanya Ada Di mana-mana

Terima kasih untuk Ariau Akbar yang memberi saya link ke sebuah artikel di Jakarta Post dan Radian Kanugroho yang sudah me-link blog saya dan menuliskan sebuah artikel yang sungguh berisi di blognya, saya jadi punya lebih banyak referensi tentang ‘Alay’ dan fenomenanya.

Dari artikel-artikel itu, saya jadi tahu – dan nggak tahan kalo nyimpen sendiri – informasi menarik tentang Alay.

Dua informasi baru yang saya dapat adalah:

1. Fenomena (mirip) ‘Alay’ tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Jepang.
Adalah (istilah) “gyaru-moji” yang disebut untuk penggunaan gaya menulis populer di Jepang. Mirip dengan fenomena Alay, tren ‘gyaru-moji’ juga berawal dari SMS. Penulisan dengan gaya ini membutuhkan effort lebih besar daripada menulis dengan Bahasa Jepang biasa.

2. Istilah ‘Alay’ cuma pengganti untuk istilah ‘Anak Digit’
Di akhir tahun 90-an, ada istilah ‘Anak Digit’ yang digunakan pelajar SMA kelas ‘atas’ untuk menyebut pelajar SMA negeri kelas ‘bawah’. Ciri-ciri ‘Anak Digit’ kurang lebih sama dengan ciri-ciri Alay yang disebut-sebut banyak orang akhir-akhir ini:

  • Omongannya sok gaul dan (merasa) paling tau tentang musik (yang sebetulnya seleranya tertentu)
  • Duduk di pinggiran jembatan atau warung sambil jongkok
  • Bahan omongannya (mereka pikir) berat
  • SOK! (dalam segala hal)

Jadi “kebiasaan” menulis dengan gaya berbeda atau nongkrong di pinggir jalan bukanlah fenomena asing yang harus ditolak, dibuang, dibasmi, apalagi dicerca tapi dipampang besar-besar di hidup kita. Hal itu cuma keadaan sosial yang wajar, sebuah situasi pembeda yang mewarnai dunia.

Dan kalau memang Indonesia mau Unite, menjunjung Bhinneka Tunggal Ika, maju bersama, harusnya masyarakat Indonesia cukup terbuka untuk merangkul perbedaan itu sebagai pelengkap hidup bermasyarakat.

Kalau tidak suka, cuekin aja. Nggak perlu dibikin repot.

Kalau suka, ya akuilah. Nggak perlu jaga image di ruang publik tapi diam-diam menggemari fenomena yang sedang ngetren.

Setuju? :)

 

7 Comments

Filed under Uncategorized

Promise is a promise: Saya Pemuda Indonesia Peduli Persatuan

Saya nggak suka kasih tantangan kosong. Beberapa pemuda di luar sana sudah berani merangkul Alay demi membuktikan persatuan Indonesia.

Saya juga berani kok:

P1100530

Hayoo.. yang mana Alaynya yang mana saya? Mirip ya? Hehehehe..

 

HIDUP PERSATUAN INDONESIA!

 

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Tantangan Persatuan Updated!

Hai pemuda Indonesia! Selamat hari Sumpah Pemuda semuanya!

 

Masih ingat tantangan dari saya untuk berfoto dengan Alay dalam program ‘Merangkul Alay Untuk Indonesia Satu’? (Nama programnya baru dibuat dadakan, gitu. Hahahaha).

 

Oke!

 

Saya senaaaaaaaang sekali sudah ada beberapa foto yang masuk lewat Twitter maupun e-mail. Paling tidak, masih ada pemuda-pemudi yang sungguhan niat memegang sumpahnya satu nusa-satu bangsa-satu bahasa dengan merangkul “Alay” sebagai bagian dari pemuda Indonesia juga.

Ini ada 2 foto yang akan saya feature untuk menutup perayaan hari Sumpah Pemuda 2009. Yang masih berburu “korban”, masih ditunggu ya kiriman fotonya! ;)

Yang pertama, datang dari pemudi kita bernama Amel:

39009867

Yang kedua, datang dari seorang pemuda bernama Banu:

IMG_2259+

Kalian kapan? Demi Indonesia, kan? ;)

 

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

One Spirit, One Nation? Prove it!

Selamat Hari Blogger Nasional, para Blogger Indonesia!

Senang sekali hari ini, 27 Oktober – satu hari menjelang peringatan SUMPAH PEMUDA – resmi dijadikan Hari Blogger Nasional oleh Bapak Muhammad Nuh, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika. Sudah 2 tahun sejak perhelatan Pesta Blogger yang pertama kali. Tema Pesta Blogger kali ini, adalah One Spirit One Nation.

090601c

Dengar-dengar, sampai 1200 bloggers datang ke PB2009 yang diadakan tanggal 24 Oktober kemarin. Kalau nggak salah, sebelum PB2009 itu diselenggarakan sudah diadakan juga workshop di 10 kota besar di Indonesia (Malang, Semarang, Bandung, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Medan, dan Palembang). Wah, niat banget ya memegang komitmen mempersatukan Indonesia dengan slogan “One Spirit, One Nation”-nya. Salut!

Lebih salut lagi, kalo bukan cuma panitia Pesta Blogger 2009 yang niat mempersatukan Indonesia di bawah bendera Satu Semangat itu. Tapi juga blogger dan pengguna internet seperti kita-kita.

Coba sekarang bercermin. Apa iya sih kita sudah berusaha sebaik mungkin memegang komitmen “One Spirit, One Nation”? Apa kita benar-benar sudah menggandeng semua orang di dunia internet (khususnya blog) untuk bersatu?

Rasanya belum, kalo mengingat banyaknya komunitas Anti-Alay di dunia maya ini. Harusnya kita malu. Apa yang diseru-serukan kok tidak sedahsyat apa yang dilakukan?

Kalo kamu ngaku blogger sejati yang ikut setuju dengan komitmen “One Spirit, One Nation”, coba buktikan. Merayakan Hari Blogger Nasional hari ini, dan menyambut peringatan Sumpah Pemuda besok, yuk ikut tantangan dari Alayticle yang kemarin sudah sempat dipost. Masih ada waktu sampai akhir bulan ini lho!

One Spirit, One Nation? LET’S PROVE IT! ;)

 

*referensi:
detikInet – “Menkominfo: 27 Oktober, Hari Blogger Nasional”
okezone.com – “1200 Bloggers Geruduk Pesta Blogger 2009″

1 Comment

Filed under Uncategorized

Sumpah Pemuda, #indonesiaunite, dan Sebuah Tantangan Persatuan.

Sudah hampir 81 tahun sejak pertama kali Sumpah Pemuda dikumandangkan dan sudah 2 bulan sejak pertama kali gerakan #indonesiaunite beredar di situs sosial Twitter.

Memang sudah sejak dulu, pemuda Indonesia jadi elemen yang cukup penting dalam membangun negeri kita tercinta Indonesia. Ingat kan siapa yang menduduki gedung MPR/DPR dan menurunkan Soeharto dari tahtanya 11 tahun yang lalu? Mahasiswa-mahasiswi itu sampai mempertaruhkan nyawa mereka di Semanggi demi negara yang lebih baik.

Sepertinya bersatu untuk memperjuangkan sesuatu itu memang sudah ada dalam darah kita para pemuda Indonesia sejak lama.

Sungguh membanggakan!

Tapi saya sempat sedih waktu nemuin beberapa tanggapan sinis tentang #indonesiaunite. Ada yang meragukan umur #indonesiaunite. Ada yang berkomentar, “apa perlu dibom dulu, baru Indonesia mau bersatu?” Ada yang bilang #indonesiaunite adalah gerakan tidak berguna karena cuma berani koar-koar di internet. Yah, kalo udah ada gerakan bersatu saja masih diragukan, kapan kita bisa bener-bener nyatu??

Nanti? Kalo Ayam Goreng Suharti sudah diklaim Malaysia?
Nanti? Kalo bom berikutnya sudah meledak lagi?

Jenggot kita memang biasa terbakar kalo sudah ada orang yang memantiknya. Memangnya kita nggak bisa memantik sendiri api semangat itu di dalam diri ya? Sepertinya kita memang senang sekali ikutan tren ya..

#indonesiaunite pun jadi sebuah tren dan semua orang mendukungnya. Semua orang menyerukan persatuan Indonesia demi melawan teroris. Lalu semua mendadak ingat isi Sumpah Pemuda. Bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Menurut saya, apa yang kita perjuangkan itu omong kosong!

Tidak? Bukan omong kosong? Masak sih??

Baikah. Saya, akan, menantang kalian.

Cari Alay di pinggir jalan dan berfotolah dengan mereka. Upload foto itu di blog kalian, Twitter, Facebook, DeviantArt, di mana saja di internet. Lalu berikan link foto-nya di kolom balasan (reply) postingan ini.

Buktikan pada Indonesia kalau kalian benar-benar berani memperjuangkan apa yang kalian sebut dengan persatuan itu dan merangkul Alay sebagai bagian dari pemuda Indonesia juga.

BUKTIKAN.

handshakelove

*also posted here.

5 Comments

Filed under Uncategorized

Menu hari ini: Alay isi Hati dengan Saus Manis yang menggugah jiwa

Sore ini, saya jalan-jalan bareng Om Google. Seru, sekali. Kami bicara tentang Alay. Lalu Om Google memberi saya jalan menuju sebuah thread Kaskus yang sudah agak lama, namun masih berkualitas :)

Mengaku bernama ingus_tapir, Kaskuser yang satu ini membagi pengalamannya berinteraksi dengan Alay.

Seperti kebanyakan dari kita, termasuk saya pastinya, (dulu) sang Kaskuser satu ini juga beranggapan Alay merupakan “polusi” bagi kota. Hama yang harus dibasmi karena mengganggu pemandangan, perasaan, dan kehidupan kemasyarakatan.

Lalu kemudian dia punya cerita…

sekitar beberapa bulan yang lalu, gw lagi istirahat di warung di sekitar kelapa gading, waktu itu agak gerimis.. pas lagi neduh, sebelah gw ada segerombolan alay yang lagi ngumpul2 bareng.. pertamanya gw agak risih.. tapi its okey lah..
selama dia ngga ganggu gw ya udah.. tiba2 tepat di depan mata gw ada kecelakaan motor gr2 jalanan licin.. gw langsung berdiri tapi ngga lari nolongin.. justru yang dateng pertama kali untuk nolongin malah para ALAY!!
mereka yang bantuin sang pengendara dan penumpangnya untuk dibawa ke warung tempat gw duduk, sisanya bantuin angkatin motornya.. saat itu gw tertegun.. ternyata para alay2 ini masih aja ada sisi baiknya!!
yg gw masi bingung, mereka masih aja nungguin sampe akhirnya sang penumpang siuman karena sempat pingsan saat jatuh tadi..

Sungguh menarik.

Karena ternyata ‘Alay’ memang cuma segel seragam yang kita berikan bagi sekelompok orang berdandan dan berselera “ajaib”. Tapi kemanusiaan seseorang ternyata nggak bisa kita segelkan sebebas mencap penampilan luarnya, ya?

Sebentar lagi, saya akan mencoba memberikan tantangan sama kalian semua menyangkut hal ini. Sambil menunggu detil tantangannya, lebih baik dari sekarang pikirkan perbuatan baik apa yang sudah kalian lakukan untuk orang lain selama ini. Kalian mungkin lebih keren dari Alay, tapi apa kalian lebih penuh kasih sayang dari Alay?

Buktikan ya, di tantangan depan! ;)

Special thank’s to ingus_tapir for the inspirational sharing.

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Kegemaran Terselubung Terhadap Alay di Internet?

Saya menemukan AlayGenerator di internet. Fungsinya membantu para Non-Alay menulis dengan cara Alay tanpa perlu pusing atau lelah berpikir.

Lalu ada juga petunjuk membaca bahasa Alay:

> iya : ia, iaa, ay, etc
> kamu: kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, etc
> aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,quh, etc
> maaf: mu’uph,muphs,maav,etc
> sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
> add : ett,etths,aad,edd,etc
> for : vo,fur(zz),pols,etc
> lagi : agi,agy, etc
> makan: mums,mu’umhs,etc
> lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
> siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
> apa : uppu,apva,aps,etc
> narsis: narciezt,narciest,etc
> anak mana? : naq mnah?, etc
> gw : w,wee, 9, 6, etc
> dong : dunkz,dungs, etc

Dan “kamus” bahasa Alay itu sudah direpost sedikitnya 20 kali di internet (itu yang mampu saya temukan. Sisanya pasti lebih banyak lagi. Belum terhitung e-mail thread yang diteruskan dari satu orang ke orang lain ;P).

Berikut adalah 20 sumber “Kamus” Bahasa Alay tersebut yang isinya saya pinjam untuk kembali diteruskan di sini sebagai contoh:

1.   Hai Online Forum
2.   M-Ridha Blog
3.   YosBeda
4.   Facebook Note
5.   Violin Flauw
6.   Cookiejar
7.   Oinkseterez
8.   Iclandestine
9.   Astria Ellawara Blog
10. Pintu Singapura
12. Vandaz Blog
13. Forum Indo-Onlines
14. Forum Industrial Engineering
15. Gurls Community
16. Ramaditya Blog
17. Forum Gamer
18. Bob Adrian
19. Sky Devil
20. Hyde Larc

Dari kedua penemuan tersebut, muncul sebuah pertanyaan: Kenapa para Non-Alay mau repot-repot menulis dengan cara Alay, anyway? Kenapa mereka tertarik untuk berbagi pendidikan Bahasa Alay, berbagi komentar dan balasan seperti “lucu nih!” atau “hahaha kocak banget!” di saat yang sama mereka mencaci Alay?

Mmm… Bukti kegemaran terselubung terhadap Alay? Keinginan menjadi Alay yang malu untuk diakui? Hihihihi…

You decide ;)

6 Comments

Filed under Uncategorized

Alay is Popular. Then it means Alay is not bad… is it?

Kalo bikin poling, mungkin dari 200 juta rakyat Indonesia, 198 juta-nya sebel sama Alay. Mungkin, loh. But anyway, nanti saya bikinin deh poll benerannya ya ;)

Tapi sebelum polling itu dibuat, tanpa hitam di atas putih pun kita semua tahu, banyak orang yang nggak suka sama Alay. Mengutip beruang madu di salah satu artikel Alayticle, katanya Alay itu “merusak retina mata”. Hahahahaa…

Mungkin ada benarnya. Dari mulai fashion sampe cara NuL15nA, semuanya ajaib (yeah, I’ll prefer the word ‘ajaib’ rather than ‘merusak retina mata’ hehe.. merusak atau nggak merusak itu tergantung ketahanan retina mata kalian sih hahahaha..).

Tapi lucunya, sebenci-bencinya masyarakat Indonesia pada Alay, aplikasi dan account Alay malah merajalela di dunia maya. Lebih lucu lagi, aplikasi dan account itu laku. Oleh orang-orang yang tidak nampak dan tidak berkelakukan seperti Alay. Mungkin in every bit of us, there’s Alayness inside? Hmmm kurang tahu.

Berikut adalah aplikasi dan/atau account Alay yang beredar di internet:

Di Tumblr, ada:
Alaytug

Di Twitter, ada:
Alaytug (lagi) (dengan 110 followers sampai blog ini dinaikkan)
Twit4lay (dengan 43 followers sampai blog ini dinaikkan)
Ophi A bubu Fanclub (dengan 193 followers sampai blog ini dinaikkan)

Twitter Application:
http://www.pic4lay.co.cc/
http://tinyurl.com/twit4lay

Di Facebook, ada:
Ophi A Bubu Groups
Alay-O-Meter Quiz
ALAYkah kamu? Quiz
Alaymeter Application

It’s even on Wikipedia.. ehm, WeKICKpedia I mean:
http://wekickpedia.wikia.com/wiki/Alay

Dan saya yakin, habis ini kalian pasti akan membuka satu-satu link tersebut hihihihii… ;P Apakah benar, Alay tidak punya penggemar??

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Pop Melayu = Alay? Masak sih?

Orang-orang bilang, salah satu ciri Alay itu suka sama band2 pop melayu. Bener gak sih kalian yang ngefans sama ST12, Kangen Band, Hijau Daun, dll itu Alay? Kalian ngerasa sebagai Alay gak? Kalo nggak, seperti apa Alay menurut kalian? Bedanya sama kalian apa?

Soalnya dari kemaren ngomongin Alay belom dapet yang udah ngaku nih… Saya pengen semuanya ikutan ngobrol, jangan cuma sebelah pihak aja. Biar panaaaassss.. hehehe ;D

Leave a Comment

Filed under Uncategorized